Sampai Jumpa
Menjadi serpih sebelum kembali dapat rekat menguat. Berkeping semua unsur terkait rasa. Terpenuhilah sebuah janji, terbuktilah sebuah ucap. Terlontar keinginan tubuh untuk luluh lantak lalu lemas terbaring menyerah. Berteriak, mengeluarkan semua tanya yang tertelan tanpa akan pernah terjawab. Lirih berbisik, mengisakkan pedih kehilangan yang terlalu besar untuk dapat dikeluarkan. Hanya bisa tercekat.
Tapi perlu menjadi serpih sebelum kemudian menguat. Kubiarkan malam itu lepas berantakan, sayang memorinya samar sedikit menghilang dari ingatan. Mengais semua yang telah pecah tak beraturan, berantakan.
Sapaan dalam mimpi kerap terjadi, rangkaian harap akan yang diinginkan dalam nyata. Inikah perpisahan?
Inikah saat untuk berkata, “Sampai jumpa!”?
